Di bulan Oktober 2019, ada lima bank yang menawarkan suku bunga KPR rendah mulai dari 6%. Apa saja lima bank tersebut?

RumahCom – Di bulan Oktober 2019, ada beberapa bank yang menawarkan suku bunga KPR rendah. Bagi Anda yang berencana membeli rumah dengan KPR, kesempatan bagus ini tentu sayang jika dilewatkan begitu saja.

Apalagi di lokasi-lokasi favorit kenaikan harga rumah biasa terjadi per kuartal atau tiga bulan sekali. Jadi sebelum harga naik, segera kunci harga rumahnya dari sekarang!

Akan tetapi, sebelum berencana mengajukan KPR, penting untuk Anda mengetahui lebih detail seputar seluk beluk KPR. Diantaranya:

  • Apa itu KPR
  • Bunga KPR fixed dan floating
  • Take over KPR
  • Pilihan KPR dengan suku bunga rendah

Pengertian KPR

KPR merupakan singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah, yaitu produk pembiayaan untuk pembeli rumah dengan skema pembiayaan sampai dengan 85% – 90% dari harga rumah.

Hingga saat ini KPR disediakan oleh perbankan, walaupun sudah ada perusahaan pembiayaan yang menyalurkan pembiayaan dari lembaga sekunder untuk pembiayaan perumahan (housing financing).

Pengembang biasanya sudah bekerja sama dengan bank untuk mempermudah proses pengajuan KPR. Oleh sebab itu, salah satu pertimbangan saat membeli rumah adalah bank yang menyalurkan KPR.

Permohonan KPR diajukan dengan mengisi formulir pemesanan unit dari pengembang serta melunasi biaya pemesanan dan uang muka. Lengkapi formulir pengajuan kredit dan siapkan dokumen-dokumen penting seperti yang tertera dalam daftar syarat KPR berikut ini.

  • Warga Negara Indonesia (WNI) dan memahami hukum
  • Bagi karyawan, usia minimal adalah 21 tahun dan maksimal 55 tahun
  • Bagi wiraswasta dan profesional, usia minimal adalah 21 tahun dan maksimal 65 tahun
  • Memiliki penghasilan rutin setiap bulan
  • Sudah bekerja minimal dua tahun untuk karyawan
  • Sudah menjalankan usaha minimal tiga tahun untuk wiraswasta dan profesional

Bunga KPR Fixed Dan Floating

Suku bunga KPR tetap (fixed) dan fluktuatif (floating) merupakan dua jenis sistem penentuan suku bunga pinjaman yang dikenal dalam dunia perbankan.

Biasanya, orang awam akan sulit menentukan pilihan diantara keduanya, apalagi bila tidak mengetahui dengan pasti cara perhitungan bunga tersebut. Secara singkat, berikut pengertian dari keduanya.

  • Bunga Tetap (Fixed Rate)
    Bunga dikenakan ke debitur dengan patokan angka tertentu selama tenor tertentu. Misalnya, suku bunga tetap 7% selama setahun. Artinya, di tahun pertama suku bunga tetap 7% kendati suku bunga pasar fluktuatif.
  • Bunga Mengambang (Floating Rate)
    Bunga yang diterapkan kepada debitur mengikuti fluktuasi suku bunga acuan (BI rate). Bank biasanya menerapkan kombinasi bunga dalam sebuah produk KPR.
    Misalnya, Anda membayar cicilan dengan bunga tetap selama beberapa tahun pertama, kemudian melunasi sisanya dengan bunga mengambang. Atau, bisa juga sejumlah pokok dikenai bunga tetap, dan sisanya dikenai bunga mengambang.
    Suku bunga KPR tetap (fixed) dan fluktuatif (floating) merupakan dua jenis sistem penentuan suku bunga pinjaman yang dikenal dalam dunia perbankan.
  • Bunga Capped
    Selain kedua jenis bunga tersebut, ada beberapa bank yang menawarkan bunga capped atau dibatasi. Bunga capped bersifat seperti bunga mengambang, namun dibatasi. Contohnya, jika Anda mendapatkan bunga capped sebesar 10%, maka bunga yang dikenakan kepada Anda akan fluktuatif sesuai pasar namun maksimal 10%. Jika bunga di pasaran mencapai 11%, maka Anda hanya akan dikenakan bunga sebesar 10%. Namun jika bunga turun hingga 9%, bunga yang dikenakan kepada Anda juga turun hingga 9%.

Mau tahu lebih lanjut tentang KPR Syariah dan KPR konvensional beserta kelebihannya masing-masing? Simak penjelasannya bersama Mba Fitri berikut ini!

Take Over KPR

Take over KPR bisa jadi opsi tepat apabila Anda ingin membeli rumah di lokasi tertentu dengan harga relatif miring. Sebab membeli rumah yang sedang dicicil atau take over kredit, acapkali disebabkan si pemilik rumah atau penjual sedang butuh uang dalam waktu cepat.

Pihak perbankan pun melihat ini sebagai pangsa pasar yang prospektif, sehingga biasanya memberi banyak kemudahan terutama bagi nasabah yang dinilai bankable.

Jika Anda tertarik untuk memilih opsi take over KPR, maka penjelasan dan caranya yang lebih detail bisa Anda simak dalam ulasan Take Over KPR, Bagaimana Caranya?

KPR TERBAIK DENGAN BUNGA RENDAH

Setelah merasa sudah siap untuk mengajukan KPR, hal lain yang tak kalah penting adalah melakukan perbandingan nilai suku bunga antar bank.

Sebab, bank acapkali menawarkan promo suku bunga KPR rendah dalam rentang waktu terbatas. Momen inilah yang harus segera dimanfaatkan oleh debitur agar jumlah angsurannya menjadi lebih ringan.

Agar memudahkan Anda dalam memilih bank mana yang tepat, Rumah.com telah merangkum lima bank dengan penawaran suku bunga KPR rendah per Oktober 2019.

  1. Bank BTN

KPR dari Bank BTN bisa digunakan untuk pembelian rumah dari developer ataupun non developer. Termasuk untuk cicilan rumah baru dan second, serta pembelian rumah siap huni (ready stock) atau belum jadi (indent), hingga take over kredit dari bank lain.

“Sejak Juni hingga bulan Oktober 2019, kami dari BTN masih hold di angka yang sama. Tepatnya untuk bunga fixed dua tahun sebesar 8,99%,” ujar Senior Executive Vice President Non Subsidize & Consumer Lending Division PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Suryanti Agustinar kepada Rumah.com.

  1. Bank Central ASIA ( BCA )

Khusus hingga akhir Oktober, Bank BCA menghadirkan promo suku fix rate untuk tiga dan lima tahun angsuran pertama.

Dihubungi langsung oleh tim Rumah.com, call center BCA menjelaskan promo suku bunganya adalah 6,75% fixed untuk tiga tahun dan 7,50% untuk lima tahun.

Untuk bunga mengambang (floating), BCA mematok nilai tertinggi di angka 11,50% eff.p.a. Selain itu, yang perlu diketahui tentang ketentuan suku bunga lainnya adalah:

  • Untuk suku bunga fix 3 atau 5 tahun, tenor kredit minimal sama dengan periode bunga fixed-nya
  • Suku bunga floating hanya berlaku untuk debitur KPR existing dan tidak berlaku untuk debitur baru
  • Suku bunga tersebut diatas berlaku juga untuk KPA dan KPR X-tra Duo

Jika tertarik menggunakan KPR dari BCA , maka simulasinya berdasarkan Kalkulator KPR untuk rumah seharga Rp350 juta dengan DP 20% dan tenor 20 tahun, maka cicilan per bulan yang akan dikenakan sekitar Rp2.298.655 untuk dua tahun pertama.

  1. Bank CIMB Niaga

Melansir laman resmi CIMB Niaga, per Oktober ini tawaran suku bunga KPR-nya adalah 6,75% fixed selama tiga tahun dan 8% fixed untuk lima tahun.

Jika tertarik menggunakan KPR dari CIMB Niagara, maka simulasinya berdasarkan Kalkulator KPR untuk rumah seharga Rp350 juta dengan DP 30% atau setara Rp105.000.000 dan tenor 15 tahun, maka cicilan per bulan yang akan dikenakan sebesar Rp2.168.028 untuk tiga tahun pertama.

  1. Bank Permata

Sementara itu Bank Permata di periode Oktober ini mematok suku bunga sebesar 8,75% fixed untuk rentang waktu 1-3 tahun. Sedangkan untuk jangka waktu fixed lima tahun, suku bunga KPR-nya dibanderol 9,75%.

Jika periode fixed rate berakhir, suku bunga floating akan dijalankan dengan nilai tertinggi yakni 14%. Bank Permata sendiri menjamin proses 5 hari kerja untuk pengajuan KPR, terhitung sejak aplikasi dan seluruh persyaratan pengajuan serta dokumen lengkap diterima.

  1. Bank DBS

Terakhir ada Bank DBS dengan penawaran suku bunga 8% fixed selama satu tahun pertama. Sehingga setelah jangka waktu fixed rate berakhir, suku bunga yang berlaku adalah suku bunga floating rate dengan dasar BI Rate + 3,5%.

KPR dari Bank DBS berlaku untuk pembelian baru, bekas, refinancing, top up, pembangunan, renovasi, dan take over/take over top up dari bank lain.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah…

Sumber : Rumah.com