Harga Rumah Subsidi di Pekanbaru Tahun 2019, Ini harapan Apersi Riau.  Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Riau mengharapkan harga rumah subsidi di Pekanbaru, Riau, Indonesia tahun 2019 di bawah Rp 140 juta.

Harga rumah subsidi di Pekanbaru tiap tahunnya selalu mengalami kenaikan sampai Rp 10 juta.

Pengembang rumah subsidi ditiap daerah hanya diperbolehkan menetapkan nilai jual sesuai harga yang ditetap oleh pemerintah.

Untuk di Riau, rumah yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah ini sebesar Rp 130 juta pada tahun 2018 atau naik Rp 7 juta dari tahun 2017 yang baru sebesar Rp 123 juta.

Mengingat tak lama lagi akan tiba tahun baru 2019, dapat dipastikan harga rumah subsidi kembali naik.

Ketua Apersi Riau, Zukri Mishran kepada Tribunpekanbaru.com pada Kamis (22/11/2018) menyebutkan, harga unit rumah subsidi dipastikan naik, menyusul semakin tingginya harga barang atau bahan bangunan.

“Menetapkan harga itu pastinya pemerintah, tapi biasanya pemerintah pasti menunggu dulu usulan dari seluruh asosiasi perumahan. Kemungkinan kenaikan pasti ada, apalagi kemungkinan kenaikan bahan bangunan yang cukup signifikan sekarang,” ungkap Zukri.

Ia tidak bisa memastikan besaran angka kenaikan harga rumah subsidi 2019.

Apersi Riau sampai saat ini pun masih menunggu ketetapan dari pemerintah menjelang akhir tahun.

Apersi terhadap pemerintah mengusulkan, bila memang nantinya ada kenaikan harga, diharapkan sesuai dengan harga barang-barang kebutuhan bangunan.

“Pengembang tentu butuh kenaikan bila melihat pada harga bahan bangunan yang kian tinggi. Perkiraan naik biasanya Rp 7 juta per tahun, jadi kalau kita mengusulkan kenaikan sekitar angka itu, jangan sampai membebani serta berpengaruh terhadap daya beli dan cicilan konsumen, karena harga kalau naik cicilan makin besar,” terangnya.

Ia pun menambahkan, setiap asosiasi perumahan memiliki harapan dan usulan yang berbeda-beda, sehingga bisa berperan maksimal dalam menjalan program pembangunan sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah.

Bagi Apersi di Riau, mengingat masih begitu banyaknya masyarakat yang membutuhkan rumah murah, sebisanya harga baru di tahun 2019 berada di bawah angka Rp 140 juta.

“Kalau bisa tidak terlalu tinggi, terjangkau masyarakat,” jelasnya.

Ia pun mengimbau, mengingat untuk memiliki rumah subsidi dengan harga 2018 waktunya masih cukup panjang, masyarakat memanfaatkannya dengan segera memilih unit yang tersebar di berbagai daerah.

“Beli sebelum harganya naik dan mahal, karena kita tak bisa pastikan harganya berapa di tahun 2019,” tuturnya.

Sampai Oktober 2018, pengembang yang tergabung ke dalam organisasi Apersi Riau, membukukan penjualan rumah bersubsidi mencapai 6.000 unit.

Hasil tersebut bisa dikatakan cukup bagus karena secara nasional Apersi menargetkan realisasi sekitar 30.000 unit. (*)

Sumber  :  tribunepekanbaru